Syuradikara.Sch.id

Website Resmi SMA Katolik Syuradikara Ende
  • A testing time for university admissions

    Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas, auris placerat eleifend leo. Quisque sit amet est et sapien

  • Club Day is coming

    Praesent nec lectus eu neque fringilla volutpat. Nulla tristique ullamcorper quam, ut dapibus massa hendrerit ac. Etiam a tempus lectus. Proin nibh nisi, vehicula non enim sed, venenatis faucibus orci. Fusce ut elementum nunc, vel eleifend sem.

  • DONATUS DJAGOM  (Kepala Sekolah ke-4 SMAK Syuradikara)

    DONATUS DJAGOM (Kepala Sekolah ke-4 SMAK Syuradikara)

    Mgr. Donatus Djagom, SVD lahir di Bilas, Ranggu, Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 10 Mei 1919 – meninggal di Ende, Nusa Tenggara Timur, 29 November 2011 pada umur 92 tahun. Beliau adalah Uskup Agung di Keuskupan Agung Ende.

  • DUA SISWA SMAK SYURADIKARA STUDI LANJUT DI JEPANG

    DUA SISWA SMAK SYURADIKARA STUDI LANJUT DI JEPANG (Kerjasama SMAK Syuradikara dengan Nanzan University - Jepang)

    Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Syuradikara kembali mengirim dua siswa terbaiknya untuk studi lanjut di Nanzan University – Nagoya – Jepang dalam bidang studi politik internasional.

  • Hari Pendidikan Nasional 2019

    Hari Pendidikan Nasional 2019

    "Ing ngasa sung tuladha, Ing madya mangun karsa"
    "Tut wuri handayani"

  • HEBAT!!!Siswi SMAK Syuradikara Juara Design Poster FLS2N

    HEBAT!!!Siswi SMAK Syuradikara Juara Design Poster FLS2N

    Andreeta Dara Dinanti atau yang akrab disapa Nadine, dara kelahiran kota Ende 30 Juli 2003 ini merupakan salah satu peserta Festival Lomba Seni Nasional (FLS2N) 2019 dalam cabang Design Poster Putri.

  • Himne Syuradikara

    Himne Syuradikara

    Pater Karel van Trier memberi nama Syuradikara dalam sebuah lagu, Himne Syuradikara. Himne ini sungguh agung jika dinyanyikan dengan penuh penghayatan. 

  • History

    Rencana untuk mendirikan sebuah Sekolah Menengah Atas di Ende Flores dimulai tiga tahun setelah medeka, sejak awal tahun 1948. Catatan tentangnya terbaca dalam surat Bahasa Belanda, tertanggal 10 Februari 1948. Surat ini dikirimkan oleh Superior Generalis SVD yang berkedudukan di Roma, ditujukan kepada Pater Regional Anton Thijssen di Ende Flores. Kop surat tertulis “Vivat Deus Unus et Trinus in Cordibus Nostris!" Artnya : Semoga Allah Tri Tunggal Maha Kudus hidup dalam hati kita. Bagian kiri atas tertulis Superior Generalis Societatis Verbi Divini, artinya: Superior Jendral Serikat Sabda Allah.


     

                   (Mgr. Antonius Thijssen)


    Surat di atas berisi jawaban terhadap surat Mgr. A. Thijssen tertanggal 28 Januari 1948 tentang pendirian SMA. Itulah surat pertama dari Roma menjawab surat pertama dari Ende, yang memberi tanda dimulainya pikiran – pikiran maju tentang sebuah sekolah baru. Meskipun surat dari Mgr. Thijssen tidak dapat dibaca karena tersipan di Roma, namun dari jawabannya dapat diketahui, bahwa pemikiran mengenai perlunya sebuah sekolah menengah sudah ada dan disampaikan secara serius sejak tahun 1948. Apalagi jika dicermati bahwa awal tahun 1950-an pertumbuhan  dan perkembangan persekolahan di Flores sangat menggembirakan. Sekolah – sekolah SMP, SKP, SGB, dan SGD sudah ada. Namun hal ini dirasa kurang karena belum ada satu SMA pun di Flores sebagai jalan penting untuk masuk ke Universitas.

    Ketiadaan SMA di Flores memacu semangat misionaris SVD untuk mulai. Bersama Kuasa Usaha pengurus Persekolahan Katolik. Pimpinan regional SVD Flores mengambil langkah – langkah penting. Mgr. A. Thijssen bersurat sekaligus mengundang Kepala Bagian Pengajaran Kantor Misi Pusat (KWI sekarang), Pater B. Schouten SJ agar datang ke Ende. Ada dua kemungkinan penting yang dibahas dalam pertemuan itu.

    1. Kemungkinan pertama : memohon Pemerintah untuk membuka sebuah SMA Negeri di Flores. Pater B. Schouten SJ yang diminta untuk menjajaki kemungkinan itu.
    2. Kemungkinan kedua : regional SVD akan berusaha mengerahkan segala kemampuannya untuk membuka sebuah SMA Katolik di Ende Flores.

    Pada tanggal 6 Januari 1953 P. Schouten SJ menulis surat kepada Mgr. A. Thijssen. Isinya menjelaskan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan belum bermaksud serta belum bisa membuka SMA Negeri di Flores. Hal ini dapat dimaklumi karena RI Indonesia baru berusia 8 tahun. Satu SMAN untuk satu provinsi masih dianggap cukup. Anggaran pembangunan tersebar untuk berbagai sektor. Siswa – siswi yang berminat melanjutkan pendidikan ke SMA diarahkan untuk bersekolah di Kupang atau SMA lainnya di Jawa.

    SVD sangat mehami hal ini sejak awal dengan mempersiapkan dua kemungkinan. Segenap komponen masyarakat diharapkan bahu membahu untuk membangun dan menatap masa depan yang lebih baik. Ketiadaan dana dari Pemerintah, bukan berarti perjalanan sudah berakhir. Langkah kongkrit ditempuh melalui berbagai persiapan untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan pendidikan anak – anak pada wilayah pengabdian SVD. Sampai tanggal 24 Januari 1953 P. Regional E. Kuhne dan Kuasa Usaha Pengurus Persekolahan Katolik di Flores, P. Fransiskus Cornelissen mengeluarkan sebuah surat maklumat tentang akan didirikannya sebuah SMA Katolik di Ende.

    Maklumat yang dikeluarkan mendapat reaksi luas di kalangan masyarakat Flores dan Ende khususnya. Gaung akan berdirinya SMAK Syuradiakara mebuat kota Ende menjadi lebih hidup. Maklumat itu berisi adanya sebuah sekolah SMA Katolik di Ende demi kepentingan pendidikan di wilayah Flores secara umum. Maka Serikat Sabda Allah (SVD) mendirikan sebuah SMA di kota Ende yang diresmikan pada tanggal 01 September 1953 dengan nama ‘‘SMAK SYURADIKARA’’, yang berarti ‘‘PENCIPTA PAHLAWAN UTAMA’’, dalam bahasa Sanskrit. Pater Yohanes Ebben, SVD adalah Kepala SMA Katolik yang pertama. Sejak awal berdirinya SMAK Syuradikara sudah hadir sebagai simbol prestasi akademik.

  • JAPAN!! We Are Coming...

    JAPAN!! We Are Coming...

    Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Syuradikara kembali mengirim dua siswa terbaiknya untuk melanjutkan pendidikan di Nanzan University – Nagoya – Jepang dalam Bidang Studi Politik Internasional.

  • Kabar Syuradikara

    Keterangan Kategori Kabar Syuradikara DISINI

  • KEADAAN SISWA SMAK SYURADIKARA

    Keadaan Siswa SMAK SYURADIKARA

    Keadaan siswa/i SMAK Syuradikara dalam 8 (delapan ) tahun terakhir adalah sebagai berikut :

  • Memaknai Arti Persahabatan dalm Perpektif "THE BOY IN THE STRIPED PYJAMAS"

    Memaknai Arti Persahabatan dalm Perspektif "THE BOY IN THE STRIPED PYJAMAS"

    Pada tahun 2008, karya dari sutradara Mark Herman The Boys in the Stiped Pyjamas berhasil mengguncang dunia. Karya dalam bentuk film ini, dibuat dengan setting latar kekejaman Nazi, pada masa perang dunia kedua.

  • National Census of Writing releases survey results

    National Census of Writing releases survey results

    Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas, auris placerat eleifend leo. Quisque sit amet est et sapien

  • Nona Ire, Siswi SMAK Syuradikara Juara 1 Lomba Penyiar RRI Ende

    Yohana Helena Fiorola Ire, siswi SMAK Syuradikara Ende meraih juara I lomba jadi penyiar RRI Ende. Lomba ini diselenggarakan oleh RRI Ende dalam rangka memperingati ulang tahun RRI yang ke-76 pada 11 September 2021 yang lalu. Perlombaan ini diperuntukan bagi siswa/mahasiswa yang berusia 16 tahun – 24 tahun. Berdasarkan informasi dari panitia, terdapat 42 peserta yang terlibat dalam perlombaan ini yang berasal dari Nusa Tenggara Timur  (NTT) dan beberapa dari luar wilayah NTT.

  • Pemuda Untuk Perubahan

    Pemuda Untuk Perubahan

    Indonesia Menangis

    bahkan tercabik

  • Pengumuman Peserta Lomba Esai

    Penguatan Literasi Menuju Generasi Penjunjung Toleransi

    Gus Dur dinobatkan sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Sebuah ungkapan Gus Dur yang tajam dan menyengat budi hingga menarik otak saya untuk berpikir keras berbunyi: “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, maka orang tidak pernah tanya apa agamamu.” Ini adalah sabda bahagia Gus Dur yang menghadirkan hentakan keras dalam hati saya. Kata-kata presiden ke-4 Indonesia ini memang sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam.

  • Pengumuman

    klik judul PENGUMUMAN

  • Pengumuman

    Keterangan Kategori Pengumuman DISINI

  • Pengumuman Peserta Lomba Esai

    Pengumuman Peserta Lomba Esai Syuradikara yang Lolos ke Tahap 20 Besar

    Di tengah pandemi Covid 19, SMAK Syuradikara mengadakan lomba esai bagi seluruh siswa/i SMAK Syuradikara.

  • Puisi-Puisi Jelata

    Puisi-Puisi Jelata

    Bapa kami, Bapa kaum yang latah

Halaman 1 dari 2