Vaksinasi Merdeka Belajar go to school Pertama di SMAK Syuradikara

Di tengah maraknya kasus pandemi yang terus meningkat dan PPKM yang tak tahu kapan berakhirnya,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan pemerintah membolehkan sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas mulai Juni 2021. Pemerintah Kabupaten Ende sendiri baru mengeluarkan surat edaran resmi PTM pada bulan Agustus lalu.

 Surat tersebut menjadi jawaban dari doa anak bangsa yang merindukan pembelajaran tatap muka. Namun para pelajar dan tenaga pendidik membutuhkan pertahanan dan perlawanan lebih terhadap serangan virus corana yakni dengan vaksinasi karena mentaati protokol  kesehatan  tidak  sepenuhnya  bisa  memutus  mata  rantai  penyebaran  virus corana.

Untuk itu Polres Ende mengadakan vaksinasi di SMAK Syuradikara Ende. Kegiatan yang dinamai Vaksinasi Merdeka Belajar Go To School Ini merupakan program pemerintah menuju herd immunity bagi para pelajar di kota Ende dengan siswa-siswi Syuradikara dan St. Ursula  sebagai indikator uji coba pertamanya.

AKBP. Albertus Andreana S.IK kepada tim Jurnalis Muda Syuradikara di naungan hijau satu. SMAK Syuradikara, Selasa(7/9) mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan vaksinasi ini adalah untuk menciptakan proses pembelajaran yang  aman, efektif dan juga efisien.

“Tujuan awalnya adalah herd immunity bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ende, dan lebih difokuskan lagi bagi anak sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat lebih efektif, efisien, dan  lebih aman.” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari berbagai pihak, baik lembaga maupun peserta vaksinasi. Kepala sekolah SMAK Syuradikara Ende, P. Stefanus Sabon Aran, SVD, M,Pd memberikan respon positifnya dengan mengizinkan SMAK Syuradikara Ende sebagai tempat berlangsungnya vaksinasi, dan mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.

“Kita sangat mendukung adanya kegiatan vaksinasi ini karena Polres Ende bersedia memfasilitasi kegiatan ini. Sekolah menyadari pentingnya vaksinasi bagi siswa di tengah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kerumunan yang tidak dapat dihindari”, kata Pater  Stefanus Sabon Aran, SVD.

Mengingat pentingnya vaksinasi dalam upaya pertahanan imun tubuh, P. Stefanus Sabon Aran, SVD, M,Pd mengungkapkan harapannya yaitu ingin semua siswa SMAK Syuradikara mendapat vaksinasi. “ Kedepannya saya harap kegiatan ini dapat berlanjut untuk semua siswa karena jumlah siswa SMAK Syuradikara yang sudah divaksin saat ini sangat kecil”

Salah satu peserta vaksinasi yaitu Nanda Lambu mengungkapkan bahwa ia merasa sangat senang dan terbantu. “Saya merasa senang karena bisa dapat vaksin. Vaksin ini membantu saya secara pribadi apalagi untuk saya yang sekarang kelas 12. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga sangat ramah. Peran pemerintah dalam bidang ini sungguh terasa karena    ada kerjasama    dari   kepolisian    juga    untuk    membantu kelancarannnya”, katanya.

 

Vilia Bhado,

Tim Jurnalis Muda Syuradikara

Viva Syuradikara