Alumni Syuradikara Siap Ke Jepang

“Pencipta Pahlawan Utama”, inilah visi SMAK Syuradikara yang telah banyak terwujud dalam setiap jejak langkah Syuradikara. Visi ini kembali diwujudkan Syuradikara dengan dikirimnya dua sisiwa terbaik untuk melanjutkan pendidikan di Jepang.

Prof. Hoshino, staf pengajar Universitas Nanzan Nagoya, Jepang dan Mr. Matsui, Direktur Pusat Pendidikan Internasional mengunjungi SMAK dan SMKK Syuradikara Desember 2015 lalu. Hoshino dan Michio Matsui bertemu dengan semua staf pengajar serta siswa-siswi. Pertemuan dalam interaksi bahasa Inggris yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, selain menyampaikan sejumlah informasi tentang Universitas Nanzan Nagoya, juga membahasa program pertukaran (Exchange programme) dan perjanjian kerjasama (Agrement) SMAK-SMKK Syuradikara dan Universitas Nanzan Nagoya Jepang.

“Kehadiaran kami di SMAK-SMKK Syuradikara dalam rangka menjajaki kerjasama antara Universitas Nanzan Nagoya Jepang dan SMAK-SMKK Syuradikara. Kami harap setiap tahun SMAK-SMKK Syuradikara bisa mengirim dua murid untuk belajar di Universitas Nanzan Nagoya dan memperoleh beasiswa 100% selama empat tahun atau setelah memperoleh gelar sarjana (Under graduate). Sebelum kuliah mereka perlu belajar bahasa Jepang selama satu setengah tahun di Jepang yang disiapkan khusus oleh Universitas, kecuali yang belajar ilmu politik. Adapun program studi yang ditawarkan adalah Ekonomi , bisnis, Teknologi Komputer, Hukum, Teologi dan Ilmu Politik,” kata Michio Matsui. Menurut Michio, siswa yang memperoleh beasiswa untuk belajar di Universitas Nanzan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu, memiliki visa-paspor mahasiswa, sudah menyelesaikan pendidikan dasar 12 tahun dan nilai rata-rata 8.00. Pihak universitas bisa membatalkan besiswa kalau yang bersangkutan tidak memenuhi kualifikasi nilai sesuai tuntutan universitas. “Kami akan segera menyiapkan surat perjanjian kerjasama tertulis antara SMAK-SMKK Syuradikara dan universitas Nanzan (Agrement) setelah pertemuan ini,” tandas Michio. Menurut Pater Stefanus Sabon Aran, SVD selaku kepala SMAK Syuradikara, kesempatan ini akan dimanfaatkan Syuradikara untuk memperkenalkan diri di mata dunia melalui kerjasama dengan universitas luar negri Asia Pasifik. “Sekolah akan kembali mengirimkan dua siswa setiap tahun setelah diseleksi secara internal dan kriteria agar para siswa mampu mempelajari suasana akademik luar negri dan budayanya. Siswa yang akan dikirim keluar negeri tentunya harus memenuhi syarat yaitu sudah memenuhi pendidikanformal 12 tahun dan meperoleh nilai akhir setiap semester 8,00,” kata Pater Kepsek. Lanjut Pater Stef, sekolah mengirim dua siswa yakni Christ Evander R. Mere dan Aulia Maria Naru Sina. Dua siswai ini dianggap memiliki kelebihan tersendiri yaitu cerdas intelektual, perilaku yang sopan, serta daya juangdan rasa ingin tau yang tinggi. Keduanya juga diharapkan mampu bersaing dengan mahasiswa di Jepang nanti dan dapat membawa nama Indonesia ke mata dunia. “Syuradikara akan terus melakukan kerja sama dengan  universitas  luar  negri  Asia  Pasifik  lainya seperti universitas Vijen di Thailand dan universitas Sankarius di Filiphina,” tegas Kepsek. Salah satu siswa yang akan dikirim ke Jepang, Evan mengatakan kesempatan ini merupakan peluang bagi siswa-siswi Syuradikara untuk semakin memperkaya ilmu dan memperluas pengetahuan mengenai dunia luar. Evan mengaku senang karena sekolah telah memberikan kesempatan bagi dirinya dan Aulia untuk belajar di universitas Nangsang Jepang dengan beasiswa penuh dan lama waktu belajar selama 4 tahun.